“Stop Bullying” Polsek Kedawung Adakan Penyuluhan Kenakalan Remaja Pelajar SD Negeri 1 Karangpelem

SRAGEN, Jateng – Polres Sragen bergerak cepat dengan melakukan penyuluhan tentang kenakalan remaja atas maraknya bullying atau perundungan terhadap siswa-siswi pelajar.

Kegiatan ini dilaksanakan menyusul ramainya kasus perundungan dan penganiayaan yang dilakukan sekelompok siswa SMP di Kabupaten Cilacap yang terjadi pekan lalu hingga viral di media sosial.

Kapolres Sragen AKBP Jamal Alam dalam keterangannya mengatakan bahwa untuk mencegah kasus serupa terjadi di Kabupaten Sragen, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan diantaranya dengan melakukan penyuluhan terhadap pelajar SD, SMP hingga SLTA, yang ada di Sragen dimulai sejak 2 Oktober 2023.

Penyuluhan juga dilakukan oleh Polsek Kedawung terhadap siswa-siswi sekolah dasar Negeri Karang Pelem 1 di Dukuh sawit Desa Karang pelem Kecamatan Kedawung Sragen.

Dalam kegiatan itu Kapolsek Kedawung AKP Walidi dalam kedatangannya sebagai inspektur upacara momentum Hari Kesaktian Pancasila, menyisipkan penyuluhan tentang kenakalan remaja terkhusus dengan maraknya bullying atau perundungan di lingkungan sekolah yang dilakukan pelajar.

Hadir dalam kegiatan upacara bendera hari Kesaktian Pancasila serta penyuluhan tentang kenakalan remaja, diantaranya Kepala SD Negeri 1 Karang pelem Ibu Amin Marlinda, bhabinkamtibmas, Babinsa serta sebanyak 158 pelajar SD Negeri 1 Karangpelem.

“Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada pihak Sekolah, yang telah mengundang kami untuk memberikan materi atau penyuluhan mengenai maraknya bullying yang akhir-akhir ini terjadi di kalangan pelajar. ini sangat menjadi atensi dari pimpinan kami, untuk selalu memperingatkan warga masyarakat dan yang paling utama kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. kami berharap dengan adanya penyuluhan ini, dapat mengurangi atau bahkan tidak terjadi lagi kasus serupa di lingkungan sekolah di wilayah kecamatan Kedawung, ” kara AKP Walidi mewakili Kapolres, Senin, (02/20/2023).

Lebih lanjut AKP walidi menguraikan tentang definisi bullying, di mana Ketika seseorang terus-menerus menyakiti mengganggu atau membuat teman-temannya merasa buruk dengan sengaja.

” Ini termasuk melakukan hal-hal yang tidak baik seperti mengatakan kata-kata jahat melakukan hal-hal yang kasar atau membuat teman merasa tidak nyaman berulang-ulang kali, ” tambah AKP Walidi.

AKP Walidi juga mengajak pihak sekolah untuk bekerjasama menjadikan sekolah tempat yang aman dan bahagia bagi semua pelajar.

Beberapa contoh bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah diantaranya mengejek dengan kata-kata jahat ini adalah ketika seseorang terus-menerus mengatakan hal-hal jahat tentang teman mereka seperti menyebut mereka bodoh ataupun jelek.

Termasuk memukul atau menendang Ketika seseorang menyakiti temannya secara fisik dengan memukul atau menendang.

Menyebar gosip jahat yakni ketika seseorang menyebarkan berita palsu atau derita buruk tentang teman mereka yang bisa merusak nama baik mereka.

Kegiatan penyisiran sosial yakni Ketika seseorang sengaja mengisolasi temannya tidak mengizinkan mereka bergabung dalam permainan atau aktivitas sehingga mereka merasa sendirian.

Bullying online atau cyber bullying ini adalah ketika seseorang menggunakan internet atau media sosial untuk menghina mengancam atau menyakiti perasaan temannya maka dari itu dengan adanya penyuluhan kenakalan remaja terkhusus terkait bullying hari ini, Kapolsek berharap murid-murid dapat selalu ingat untuk tidak menyakiti perasaan atau fisik orang lain, selalu berbicara dengan baik, gunakan kata-kata yang baik dan ramah, Jangan pernah menghina atau mengolok teman-temannya.

( Polres Sragen)